
Event ini digagas dan dikoordinir oleh komunitas anak muda yang menamakan Total Riot Community (1995-1999) yang merupakan gabungan dari anak muda dari berbagai kampung di Jember yang berkumpul dengan para mahasiswa yang aktif dalam komunitas musik indie dengan nama awal Punkernative. Di masa ini tentu sekat pemisah antara mahasiswa dan kaum remaja pinggiran sangat kontras, dan diskriminatif. Namun pada akhirnya sekat tersebut runtuh ditandai dengan event bernama Pentas Alternative 12 Jam yang diselenggarakan di gedung PKM Jember pada tahun 1996.
Dan setelah itu para pekerja seni di komunitas tersebut aktif bergerilya di acara-acara kampus baik itu jambore, festival dan acara-acara profit berkedok musik lainnya. Dan yang paling mengenaskan adalah penyeragaman musik yang penyeragaman yang dilakukan oleh Event Organizer (EO) yang memaksakan setiap band yang tampil untuk memainkan lagu wajib yang ditentukan panitia untuk kepentingan sponsor. Juga kesempakan berekspresi hanya
Dan setelah itu para pekerja seni di komunitas tersebut aktif bergerilya di acara-acara kampus baik itu jambore, festival dan acara-acara profit berkedok musik lainnya. Dan yang paling mengenaskan adalah penyeragaman musik yang penyeragaman yang dilakukan oleh Event Organizer (EO) yang memaksakan setiap band yang tampil untuk memainkan lagu wajib yang ditentukan panitia untuk kepentingan sponsor. Juga kesempakan berekspresi hanya